Support Dan Resistance

Pengertian Support Dan Resistance Terlengkap

Diposting pada

Pengertian Support Dan Resistance Terlengkap-Dalam dunia Trading apapun  baik itu Trading di Forex atau Trading di Binary Option tidak akan lepas dengan namanya Support Resistance, bagi para trader pemula pasti binggung

apa sih Pengertian Support Dan Resistance Terlengkap ?

Banyak sekali definisi tentang Support Resistance, masing-masing trader mempunyai pemahaman tersendiri-sendiri tentang apa itu Support Resistance tetapi pada dasarnya itu arti dari Support Resistance itu sama “Pemahaman Berbeda Arti Sama” Ok admin akan kasih tau Sedikit penjelasan dasar tentang Support dan Resistance.

  • Support Adalah Batasan Harga yang posisinya di Paling Bawah, agar harga yang bergerak Kebawah tidak terlalu Turun.
    Untuk Bahasa gampangnya itu adalah Pagar Pembatas, agar harganya itu tidak semakin turun.
  • Resistance Adalah Batasan Harga yang posisinya itu di Paling Atas, agar harga yang bergerak menuju Keatas tidak terlalu Naik. Untuk Bahasa gampangnya adalah Pagar Pembatas juga, agar harga tidak semakin Naik

1. Type Support Resistance

Menurut admin sendiri pemahaman dasar mengenai Support Resistance itu ada 2
Jenis yaitu :
Support Resistance Datar Flat “Horizontal” serta
Support Resistance Miring Samping “Vertikal”/Trendline

Penjelasan.

  • Resistance berada pada garis atas yang berwarna biru serta di tandai dengan
    tanda panah berwarna biru juga. beberapa kali Candle akan naik maka garis
    pembatas atas akan memblok sehingga kembali lagi candle tersebut akan turun lagi ke bawah.
  • Support berada pada garis bawah yang berwarna merah serta di tandai dengan
    tanda panah yang berwarna merah. Hanya beberapa kali Candle akan turun, maka
    garis pembatas bawah akan memblok sampai kembali lagi candle tersebut untuk naik keatas lagi.

2. Support Resistance Miring Samping “Vertikal”/Trendline

Support Resistance Miring Samping “Vertikal”/Trendline sudah banyak istilahnya tetapi tetap menjadi satu arti, untuk cara mengetahui tembok atau pembatas dari sebuah candlestick yang sedang Trend, arti yang lebih jelasnya itu adalah Garis trend atau trend line
sangat sering sekali digunakan untuk analisa pergerakan harga pasar. Untuk Kegunaan garis trend adalah untuk mengetahui dimana titik-titik support pada keadaan uptrend atau titik-titik resistance pada keadaan yang downtrend.

Pengertian garis trend

Garis trend adalah garis lurus yang menghubungkan titik-titik lembah /
(bottom) yang naik secara berurutan pada keadaan uptrend, atau titik-titik
puncak (top) yang sedang turun secara berurutan pada keadaan downtrend, Jika keadaannya sedang naik biasanya itu kita harus menggambar garis tren dari Kiri Keatas.
Lihat Gambar A
Jika Keadaannya sedang turun biasanya kita menggambar garis tren dari
kanan kebawah.
Lihat Gambar B

Contoh Keadaan yang sedang dalam tren naik di tandai dengan Garis tren line dari kiri sampai ke ketas, Untuk Garis merah dengan tanda panah warna merah adalah garis support beberapa kali ingin tembus ke bawah namun selalu terhalangi oleh garis support.

Garis biru dengan tanda panah biru adalah garis resisten pada disaat tren naik. Sudah beberpa kali akan membentuk candle yang sempurna namun tidak jadi dikarena ada Resistance datar, perlu di ingat juga. tetapi resistance datar tersebut sudah berhasil di tembus di candlestick selanjutnya maka artinya trend sedang kuat naik.

Berikutnya Contoh Keadaan yang sedang tren Turun di tandai dengan menggunakan Garis tren line arahnya harus dari kanan kebawah ya, Garis merah dengan tanda panah warna merah adalah garis Resistance dan beberapa kali ingin tembus ke atas dan selalu terhalangi oleh
garis Resistance, Selanjutnya adalah Garis biru dengan tanda panah warna biru adalah garis Support pada saat tren turun, sudah beberpa kali akan mulai membentuk candle yang sempurna namun tidak jadi, karena ada Support datar perlu di ingat juga, jika tetapi Support datar tersebut berhasil di tembus di candlestick selanjutnya maka artinya tren sedang
kuat Turun.

Note : Tanda Kotak Putih pada beberapa candlestick tersebut di tandai dengan tanda panah warna putih yang artinya keadaan candle tersebut sedang sideway, biasanya di tandai banyaknya candle berjanggut. Badan candle yang biasanya lebih kecil dari ekor dan kepalanya
bahkan kadang bisa saja tidak mempunyai badan candle atau bisa juga disebut candle “DOJI”.

3. Resistance menjadi support, support menjadi resistance

Meskipun dari awal pembahasan support dan resistance ini dikatakan bahwa level-level/Pagar pembatas tersebut mampu “menahan” lajunya
pergerakan harga/Candle, tetapi tidak berarti bahwa level-level/Pagar
pembatas tersebut akan bisa abadi selamanya.

Suatu support tak akan lagi
mampu menahan pergerakan candle yang sedang turun jika ternyata pada saat itu kekuatan atau trend turun sudah sangat kuat, bisa kalian lihat pada pembahasan
Trendline. Kebalikannya, seperti hal yang sama juga jika akan terjadi pada resistance, di mana candle tersebut sudah tidak dapat menahan pergerakan untuk naik dan jika ternyata pada saat itu kekuatan atau trend naik sudah sangat kuat “bisa di lihat pada pembahasan Trendline”..

Jadi, ketika resistance “jebol” maka harga akan terus selalu bergerak naik.
Resistance yang tadinya itu berada DI ATAS harga, maka sekarang posisinya sudah berada DI BAWAH harga. Nah, dan Pada saat itulah ia berubah menjadi support.

Jadi, Ketika support sudah “jebol” (break) maka harga tersebut akan terus bergerak turun. Support yang tadinya itu berada DI BAWAH harga, dan sekarang posisinya sudah berada DI ATAS harga. Dan juga Pada saat itulah, ia menjelma menjadi resistance.

4. Tembusan Palsu (False Breakout)

False break adalah sinyal break (tertembusnya level support atau
resistance) atau bisa juga disebut dengan sinyal break palsu. Jika Kita membuka posisi buy atau sell disaat harga telah menembus level support atau resistance, namun ternyata arah pergerakan harga malah berbalik, tidak sesuai dengan prediksi kita sebelumnya hingga stop loss kita kena.

Tentunya kita tidak akan masuk jika kita tahu dengan pasti sinyal break
yang bakal terjadi, tetapi kita tentu tidak bisa menghindari false break jika
kita telah membuka posisi trading. Dalam seri artikel ini dibahas mengenai
beberapa macam false break yang sangat sering terjadi serta bagaimana seharusnya
kita mengantisipasinya sebelum terlanjur masuk.

False break ini bisa terjadi kapan saja akibat respon trader terhadap kondisi
pasar hingga membuka posisi buy pada level harga tertinggi dan sell pada
level harga yang paling rendah. False break bisa saja dianggap sebagai ‘tipu
muslihat’ pasar. Pasar menguji suatu level support atau resistance yang telah ditembus sebelum akhirnya berbalik arah, atau gerak harga pasar yang tidak berlanjut diluar level yang telah diuji, tetapi jika kembali ke area semula dan membiarkan keadaan tersebut sebagai sinyal palsu atau false break.

Keadaan ini sering kali terjadi pada pasar yang sangat normal, baik ketika pasar
sedang ‘tenang’ maupun saat terjadi rilis berita fundamental yang sangat penting.

Gambar dibawah ini adalah contoh keadaan false break pada level resistance.

Keadaan sebaliknya juga bisa terjadi pada level support.

Contoh False Breakout Pada Level Support.

Contoh False Breakout Pada Level Resistance

5. Penutup

Masing-masing para trader punya cara serta sudut pandang tentang apa itu
Pengertian Support Dan Resistance Terlengkap, tetapi pada intinya itu Support dan Resitance ini bisa
menjadi salah satu acuan pada saat kita akan melakukan Open posisi.

12 thoughts on “Pengertian Support Dan Resistance Terlengkap

    1. Menghindari False Breakout
      Cara untuk menghindarinya cukup simple yaitu. Kita harus menghindari entry sesaat setelah harga breakout, lebih baik menunggu konfirmasi grafik pergerakan harga untuk memastikan kekuatan breakout tersebut.

      Hampir semua trader tertipu oleh False Breakout ini karena pergerakan harga atau pasar terlihat sangat kuat atau bahkan sangat lemah. Kondisi tersebutlah yang membuat trader berpikir untuk langsung Entry ke dalam momentum tersebut. perlu anda ketahui juga bahwa dengan mengetahui jenis-jenis false breakout mungkin kita tidak akan tertipu lagi.

  1. Jika tida aja SNR terdekat, apakah SNR di waktu lampau (1 jam lalu) masih berpengaruh pada pergerakan candle ?

    Jika masih berpengaruh, sebaiknya kita cek SNR di brp jam ke belakang?

    Tksh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *