Harga Saham Bukalapak Melesat Tinggi Mencapai 24%

Harga Saham Bukalapak Melesat Tinggi Mencapai 24%

Seobaru.comHarga Saham Bukalapak Melesat Tinggi Mencapai 24% diperkirakan akan bertahan di atas level tinggi dengan harga penawarannya setidaknya bertahan dalam 8 bulan mendatang. Pendiri Bukalapak yaitu Achmad Zaky memiliki 4,45 miliar saham atau setara 4,32% dari total saham. Artinya, harta Zaky mampu naik hingga Rp 935,03 miliar untuk sekarang ini.

Harga saham PT Bukalapak.com Tbk (BUKA) ditutup naik 24,71% atau 210 poin menjadi Rp 1.060 per saham pada perdagangan perdananya, Jumat (6/8), dari harga penawaran saham senilai Rp 850. Akibat kenaikannnya yang signifikan itu di perkirakan kekayanan Achmad Zaky naik berkali kali lipat dalam sehari.

Berdasarkan prospektus initial public offering (IPO), Achmad Zaky Syaifudin memiliki sebanyak 4.452.515.674 unit saham atau setara 4,32%. Artinya, harta Zaky mampu naik hingga Rp 935,03 miliar hanya dalam sehari

Pendiri Bukalapak lainnya, Muhamad Fajrin Rasyid memiliki 2.725.322.633 unit saham Bukalapak atau 2,64%. Karena harga saham Bukalapak hari ini mengalami auto rejection atas, harta Direktur Telkom Indonesia tersebut mampu bertambah Rp 572,31 miliar.

Kepemilikan usah Bukalapak lainnya pun ikutan menaik Nugroho Herucahyono memang lebih kecil, sebanyak 2.145.675.938 saham atau 2,08%. Namun, kekayaannya naik hingga Rp 450,59 miliar hanya dalam sehari sejalan dengan kenaikan harga saham Bukalapak.

Selain kepemilikan saham Bukalapak pun kenaikan saham perorang yang lain pun ikutan menaik contohnya Seperti keluarga Sariaatmadja yang merupakan pemilik PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (Emtek), selaku pemegang saham mayoritas Bukalapak.

Adi Wardhana Sariaatmadja dan Alvin W. Sariaatmadja yang masing-masing memiliki 768.785.501 saham atau 0,75% saham Bukalapak. Kekayaan mereka berdua bertambah masing-masing mencapai Rp 161,44 miliar dalam sehari perdagangan.

Sejumlah Fakta Mengenai IPO

Direktur Utama Bukalapak Rachmat Kaimuddin membuka alasan perseroan memilih melantai di Bursa Efek Indonesia, ketimbang bursa lain. Menurut dia, alasan itu sederhana. Sebagai perusahaan Indonesia yang memiliki banyak pemangku kepentingan di Tanah Air, maka Rachmat menilai Indonesia adalah tempat paling tepat untuk IPO.

“Waktu itu kami memang berpikir walaupun mungkin pasar pasar modal di Indonesia ini masih jarang melihat perusahaan teknologi, apalagi dengan skala sebesar Bukalapak, kami pikir lokasi yang paling tepat itu adalah melakukan listing di Indonesia,” ujar Rachmat dalam konferensi pers, Jumat.

Perusahaan e-commerce ini melepas 25,76 miliar lembar saham biasa atas nama yang seluruhnya adalah saham baru atau 25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan setelah IPO. Adapun jumlah seluruh nilai IPO saham itu mencapai Rp 21,9 triliun.

Rachmat Kaimuddin mengatakan dana itu akan digunakan sesuai rencana di prospektus. “Penggunaan IPO ini akan digunakan untuk modal kerja perseroan atau entitas anak,” ujar Rachmat.

Dia mengatakan ke depannya perseroan akan mengejar misi untuk menciptakan keadilan ekonomi untuk semua. Caranya, dengan terus memberdayakan para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

“Kami ingin mereka bisa berjualan lebih banyak, bisnisnya lebih maju, volumenya lebih tinggi, proses lebih modern, dan kanalnya juga lebih banyak,” kata Rachmat.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.