Cara Mengatasi Trading Forex yang Terus Loss? Ini Cara Mengatasinya

Cara Mengatasi Trading Forex yang Terus Loss? Ini Cara Mengatasinya

Seobaru.comCara Mengatasi Trading Forex yang Terus Loss? Ini Cara Mengatasinya. Trading yang terus menerus loss seringkali bukan karena pasar yang ingin mengambil keuntungan dari Anda. Percayalah, sebagai trader ritel, Anda tidak sepenting itu untuk “diincar terus-menerus oleh pasar”.

Sebelum ramai-ramai mengklaim bahwa pasar forex itu penuh tipu muslihat dan hanya bertujuan menjebak trader agar rugi terus-terusan, pahamilah bahwa sudah banyak trader sukses yang bisa menanggulangi masalah tersebut.

Kalian hanya tinggal belajar dan terus memahami apa yang di maksud dengan trading forex dengan begitu kalian tidak akan terus terusan loss dengan begitu saja.

Dibawah ini akan kami berikan tips dan trik yang bisa kalian terapkan ketika bermain forex, di bawah ini akan kami jelaskan dengan secara lengkap.

1. Belajar Dari Kesalahan

Sebelum jauh-jauh mencari strategi baru untuk mengatasi drawdown berkepanjangan, trader sering melalaikan satu hal penting yang wajib disadari terlebih dulu, yakni mengakui kesalahan. Tanpa adanya kesadaran diri untuk mengakui kekeliruan, trader seringkali dibutakan oleh kepercayaan membabi buta, baik terhadap sistem trading yang dijalankan maupun keahlian dirinya sendiri.

Jika sudah seperti itu, maka ia tak akan bisa mengenali kesalahan yang membuat trading loss terus. Jika Anda masih merasa demikian, inilah saat yang tepat untuk mulai mengakui bahwa sistem trading yang selama ini Anda yakini mungkin tidak sebaik dugaan, sudah tak sesuai dengan kondisi pasar terbaru, atau memang tak sesuai dengan gaya trading Anda.

Selain itu, jangan sungkan untuk mengakui kekurangan diri sendiri. Introspeksi diri Anda; apakah selama ini Anda terjebak dalam dosa trading yang belum disadari, atau sebenarnya sudah sadar tapi masih malu mengakuinya?

2. Kembali Ke Akun Demo

Trading loss terus bisa mengakibatkan kerugian besar bahkan menggerus seluruh dana yang Anda miliki di akun trading. Kalau sudah begini, apakah Anda akan kembali inject dana dan kembali trading untuk mengganti kerugian dari kegagalan sebelumnya? Jika ya, maka jangan heran apabila Anda kemudian mengalami drawdown lagi.

Tak peduli apakah penyebab loss terus-terusan Anda adalah kesalahan sistem, kurang disiplin, atau sekedar kegagalan mengontrol emosi trading, sebaiknya kembalilah dulu di akun demo setelah mengalami tekanan akibat trading loss terus.

Tak perlu malu trading lagi di akun demo, karena trader profesional pun masih memanfaatkan akun ini untuk menguji strategi-strategi baru dengan cara Forward Test. Dengan demikian, sangat wajar bila Anda bisa mengoptimalkan akun demo untuk menguji strategi baru bila penyebab drawdown Anda sebelumnya adalah ketidakcocokan strategi.

3. Pisahkan Chart

Analisa Dan Eksekusi Butuh trik khusus supaya teknik trading makin mantap? Jika trading loss terus disebabkan oleh kebingungan di tahap analisa, ada baiknya Anda memisahkan chart analisa dan eksekusi.

Contohnya, Anda bisa melakukan analisa di chart TradingView, sementara order dieksekusi dilakukan di chart MT4 broker. Dalam menempatkan order, Anda bisa dengan cepat menutup chart setelah buka posisi.

Cara ini dapat meminimalisir keinginan untuk intervensi posisi trading yang sedang berjalan. Jika Anda trading di platform Mobile, pemisahan chart analisa dan eksekusi malah diwajibkan, karena pengamatan di chart Mobile memiliki banyak keterbatasan baik secara visual maupun kelengkapan tool dan indikator.  

4. Fokus Pada Close Candle

Sering mengandalkan Price Action sebagai acuan Support Resistance atau bahkan pedoman order? Jika ya, coba pastikan dulu apakah selama ini Anda sudah mengacu pada close candle atau justru masih terpana pada high low candle yang terlihat menonjol.

Pada dasarnya, high low candle merefleksikan harga tertinggi dan terendah dalam suatu periode, sehingga bisa dikatakan mewakili noise pasar yang seringkali dipicu kepanikan pasar semata dan tidak mencerminkan keadaan yang sebenarnya.

Sebaliknya, close candle memperlihatkan resolusi penutupan harga di suatu sesi, yang secara final menegaskan arah dan kondisi harga dalam periode tersebut. Karena itu, menggunakan close candle sebagai acuan adalah pilihan paling optimal, baik untuk menarik Support Resistance ataupun mencari tumpuan entry dan exit order.  

5. Ganti Perspektif Trading

Kebanyakan trader melakukan kesalahan saat fatal saat mengganti perspektif dalam analisa mereka; bukannya melihat gambaran lebih besar di time frame tinggi, mereka justru memperkecil time frame agar bisa lebih cepat mendapat sinyal dan lebih banyak memiliki peluang trading.

Padahal, kunci sukses trading tidak melulu soal seberapa sering trader profit, tapi seberapa besarkah keuntungan yang didapat. Untuk itu, cobalah hindari kebiasaan trader amatir yang suka bermain di time frame rendah saja, dan mulailah perhitungkan time frame tinggi (minimal Daily).

Meskipun tak dimanfaatkan sebagai patokan mencari entry, time frame tinggi bisa dioptimalkan sebagai referensi untuk melihat trend pergerakan harga saat ini, sehingga Anda akan terhindar dari fluktuasi jangka pendek yang seringkali menjebak trader untuk keluar masuk pasar tanpa benar-benar memperhitungkan peluang keuntungan maksimal.

Salah satu contoh aplikasi time frame tinggi dalam trading bisa dipetik dari metode triple screen. Anda juga bisa menggunakan SMA 200 untuk mencari arah trend di time frame tinggi, lalu mengidentifikasi peluang entry sesuai arah trend di time frame yang lebih rendah.  

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published.